Biochar: Solusi Pupuk Organik Mandiri Petani Sawit Rokan Hulu di Tengah Lonjakan Harga

 

ROKAN HULU (17/10/2025) – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kini mulai belajar menggunakan biochar sebagai pupuk organik dan pembenah tanah. Langkah inovatif ini diambil untuk mengatasi pupuk kimia yang harganya semakin meningkat tinggi, sekaligus sebagai upaya memperbaiki kualitas tanah lahan perkebunan.

Pemanfaatan arang kayu atau biochar yang berasal dari limbah tandan kosong (TANKOS) dan cangkang kelapa menjadi strategi baru petani di Rokan Hulu untuk menjaga produktivitas. Dengan teknologi sederhana, limbah perkebunan diolah menjadi material yang mampu mengunci nutrisi di dalam tanah dalam jangka waktu lama.

Bapak Reno, seorang petani sawit sekaligus penggerak inovasi biochar di Rokan Hulu, mengungkapkan bahwa hal ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi komunitas petani yang terlibat. "Kami tidak bisa terus-menerus mengeluh soal harga pupuk kimia yang mahal. Dengan biochar, kami mencoba memanfaatkan apa yang ada di kebun. Hasilnya, biaya pemupukan bisa kami tekan hingga 35-40 persen tanpa mengurangi kualitas buah sawit kami," jelas Bapak Reno.

Biochar diproduksi melalui proses pirolisis, yakni pembakaran limbah organik dengan oksigen terbatas. Di Rokan Hulu, bahan baku seperti tandan kososng(TANKOS) sangat melimpah. Bapak Reno menambahkan bahwa penggunaan biochar sangat efektif untuk lahan di Rohul yang sebagian besar merupakan tanah mineral dan gambut yang membutuhkan perhatian khusus pada tingkat keasaman (pH).

Selain keuntungan finansial, inovasi ini juga mendukung pertanian berkelanjutan. Dengan mengaplikasikan biochar, petani secara tidak langsung membantu penyerapan karbon di tanah, sehingga kebun sawit menjadi lebih ramah lingkungan. Saat ini, kelompok tani yang dibina oleh Bapak Reno terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak petani sawit mandiri di Rokan Hulu yang bisa memproduksi "pupuk hitam" ini secara mandiri.

Penulis: Al Rabiya Zahwa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bendungan Danau Koto Kari Sebagai Sumber Utama Irigasi Pertanian

Sungai Siak Tercemar Akibat Limbah Industri

BALIMAU KASAI, TRADISI PEMBERSIHAN DIRI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT KAMPAR