Makan Bergizi Gratis Mulai Diterapkan di Kecamatan Langgam untuk Pemenuhan Gizi Anak Sekolah
Langgam, Pelalawan — Program Makan
Bergizi Gratis (MBG) resmi mulai diterapkan di Kecamatan Langgam sebagai upaya
pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah serta menekan angka
stunting. Program ini menyasar anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan
hingga kelompok rentan seperti balita, batita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program MBG merupakan kebijakan
nasional yang diturunkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan
dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah, termasuk Kecamatan Langgam. Di
wilayah ini, pelaksanaan program dikelola melalui dapur umum yang berlokasi di
Padang Luas dan Segati, dengan proses memasak dan distribusi dilakukan secara
terpusat.
Muhammad Al Nanda Satrio Dwi
Kusuma (24), salah satu pengelola program MBG di Kecamatan Langgam, menjelaskan
bahwa tujuan utama program ini adalah pemerataan gizi bagi anak-anak di seluruh
Indonesia serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Ia
menyampaikan bahwa Kecamatan Langgam kini telah mampu menjalankan program
tersebut dengan baik.
Ia menambahkan bahwa secara
struktural, program MBG merupakan kebijakan yang diturunkan langsung oleh
Presiden Republik Indonesia. Pengawasan keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK), pengawasan mutu makanan melibatkan tenaga ahli gizi, sementara
pengamanan distribusi didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Sementara itu, Regi Wijaya (23)
menyampaikan bahwa pendistribusian makanan bergizi dilakukan enam hari dalam
seminggu, yaitu dari hari Senin hingga Sabtu, sedangkan hari Minggu ditetapkan
sebagai hari libur. Pada hari tertentu, makanan diberikan dalam bentuk makanan
ringan yang tetap memenuhi unsur gizi.
Menu yang disediakan dalam
program Makan Bergizi Gratis harus memenuhi prinsip gizi seimbang, yang terdiri
atas sayuran, buah-buahan, lauk utama, dan lauk pendamping. Makanan cepat saji
dengan kandungan minyak dan lemak tinggi tidak diperbolehkan karena tidak
sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
Terkait pengawasan kualitas dan
kebersihan makanan, seluruh proses pengolahan wajib memenuhi standar Hazard
Analysis Critical Control Point (HACCP). Standar ini diterapkan guna memastikan
makanan yang dibagikan aman, higienis, dan layak dikonsumsi oleh para penerima
manfaat.
Kedua narasumber berharap
program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat
jangka panjang. Selain membantu anak-anak memperoleh asupan gizi yang optimal
sehingga lebih fokus dalam belajar, program ini juga meringankan beban ekonomi
orang tua serta melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di
lingkungan sekitar.
Penulis: Honi
Yuria Syafitri
Komentar
Posting Komentar