Sampah Mengambil Fungsi Parit Hingga Mengakibatkan Penyakit
Pekanbaru 7 januari 2026 Permasalahan sampah di wilayah
Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, kembali menjadi perhatian serius.
Sejumlah parit yang berfungsi sebagai saluran drainase utama kini dipenuhi
tumpukan sampah rumah tangga. Kondisi tersebut terjadi akibat masih banyaknya
oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan tanpa memperhatikan dampak
jangka panjang terhadap lingkungan sekitar.
Parit-parit yang tersumbat sampah ini dikhawatirkan tidak
hanya menghambat aliran air, tetapi juga berpotensi besar menyebabkan banjir
saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain itu, sampah yang menumpuk
dalam waktu lama menimbulkan bau tidak sedap dan menciptakan lingkungan yang
tidak sehat bagi warga.
Warga Marpoyan Damai menjadi pihak yang paling merasakan
dampak dari kondisi ini. Tumpukan sampah di parit menjadi tempat berkembang
biaknya nyamuk dan serangga pembawa penyakit. Akibatnya, risiko munculnya
berbagai penyakit, seperti demam berdarah, semakin meningkat. Beberapa warga
mengaku merasa tidak nyaman dengan bau menyengat yang muncul setiap hari,
terutama saat cuaca panas.
Salah seorang warga, Muhammad Tawa (27), mengatakan
bahwa kondisi parit yang kotor sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Menurutnya, sampah yang menumpuk tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga
membuat lingkungan sekitar menjadi tidak sehat. “Kalau dibiarkan terus, parit
ini bisa jadi sumber penyakit. Apalagi kalau hujan deras, air bisa meluap dan
masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Kondisi parit yang dipenuhi sampah ini bukan terjadi dalam
waktu singkat. Masalah tersebut mulai muncul sejak kebiasaan membuang sampah
secara tidak teratur masih sering dilakukan oleh sebagian warga. Sampah yang
awalnya dibuang dalam jumlah kecil lama-kelamaan menumpuk karena tidak adanya
kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Jika dibiarkan tanpa penanganan
cepat, kondisi ini dapat memperparah pencemaran lingkungan dan membahayakan
kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan warga, beberapa wilayah di Marpoyan
Damai mengalami kondisi paling parah, di antaranya di sepanjang Jalan Karya
serta kawasan Perumahan Cikara. Di lokasi tersebut, sampah tampak menumpuk di
sepanjang parit dan menyebabkan air menggenang. Bahkan, di kawasan perumahan,
kondisi ini disebut telah berdampak pada meningkatnya kasus demam berdarah yang
menyerang warga.
Menurut Muhammad Tawa, penyebab utama masih maraknya
pembuangan sampah ke parit adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat
terhadap kebersihan lingkungan. Meskipun di beberapa titik telah disediakan
tempat sampah sesuai dengan jenisnya, perilaku membuang sampah sembarangan
tetap terjadi. “Sebenarnya fasilitas sudah ada, tapi kalau orangnya tidak
peduli dan tidak patuh aturan, masalah ini akan terus berulang,” katanya.
Dampak dari parit yang tersumbat sampah ini sangat merugikan
warga. Selain harus menghadapi bau tidak sedap dan ancaman penyakit, warga juga
terpaksa mengeluarkan tenaga dan waktu tambahan untuk membersihkan lingkungan
secara mandiri. Tidak jarang warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan
parit, meskipun permasalahan yang sama kembali terulang setelah beberapa waktu.
Warga berharap adanya perhatian dan tindakan nyata dari semua
pihak, baik masyarakat maupun pemerintah setempat. Edukasi mengenai pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan dinilai perlu terus digencarkan, disertai dengan
penegakan aturan yang tegas bagi pelanggar. Dengan kerja sama dan kesadaran
bersama, warga berharap permasalahan sampah di parit-parit Marpoyan Damai dapat
segera diatasi demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari
ancaman penyakit serta banjir.
Permasalahan sampah di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai, Kota
Pekanbaru, kembali menjadi perhatian serius. Sejumlah parit yang berfungsi
sebagai saluran drainase utama kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga.
Kondisi tersebut terjadi akibat masih banyaknya oknum masyarakat yang membuang
sampah sembarangan tanpa memperhatikan dampak jangka panjang terhadap
lingkungan sekitar.
Parit-parit yang tersumbat sampah ini dikhawatirkan tidak
hanya menghambat aliran air, tetapi juga berpotensi besar menyebabkan banjir
saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain itu, sampah yang menumpuk
dalam waktu lama menimbulkan bau tidak sedap dan menciptakan lingkungan yang
tidak sehat bagi warga.
Warga Marpoyan Damai menjadi pihak yang paling merasakan
dampak dari kondisi ini. Tumpukan sampah di parit menjadi tempat berkembang
biaknya nyamuk dan serangga pembawa penyakit. Akibatnya, risiko munculnya
berbagai penyakit, seperti demam berdarah, semakin meningkat. Beberapa warga
mengaku merasa tidak nyaman dengan bau menyengat yang muncul setiap hari,
terutama saat cuaca panas.
Salah seorang warga, Muhammad Tawa (27), mengatakan bahwa
kondisi parit yang kotor sangat mengganggu kenyamanan masyarakat. Menurutnya,
sampah yang menumpuk tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga membuat
lingkungan sekitar menjadi tidak sehat. “Kalau dibiarkan terus, parit ini bisa
jadi sumber penyakit. Apalagi kalau hujan deras, air bisa meluap dan masuk ke
rumah warga,” ujarnya.
Kondisi parit yang dipenuhi sampah ini bukan terjadi dalam
waktu singkat. Masalah tersebut mulai muncul sejak kebiasaan membuang sampah
secara tidak teratur masih sering dilakukan oleh sebagian warga. Sampah yang
awalnya dibuang dalam jumlah kecil lama-kelamaan menumpuk karena tidak adanya
kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Jika dibiarkan tanpa penanganan
cepat, kondisi ini dapat memperparah pencemaran lingkungan dan membahayakan
kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan warga, beberapa wilayah di Marpoyan
Damai mengalami kondisi paling parah, di antaranya di sepanjang Jalan Karya
serta kawasan Perumahan Cikara. Di lokasi tersebut, sampah tampak menumpuk di
sepanjang parit dan menyebabkan air menggenang. Bahkan, di kawasan perumahan,
kondisi ini disebut telah berdampak pada meningkatnya kasus demam berdarah yang
menyerang warga.
Menurut Muhammad Tawa, penyebab utama masih maraknya
pembuangan sampah ke parit adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat
terhadap kebersihan lingkungan. Meskipun di beberapa titik telah disediakan
tempat sampah sesuai dengan jenisnya, perilaku membuang sampah sembarangan
tetap terjadi. “Sebenarnya fasilitas sudah ada, tapi kalau orangnya tidak
peduli dan tidak patuh aturan, masalah ini akan terus berulang,” katanya.
Dampak dari parit yang tersumbat sampah ini sangat merugikan
warga. Selain harus menghadapi bau tidak sedap dan ancaman penyakit, warga juga
terpaksa mengeluarkan tenaga dan waktu tambahan untuk membersihkan lingkungan
secara mandiri. Tidak jarang warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan
parit, meskipun permasalahan yang sama kembali terulang setelah beberapa waktu.
Warga berharap adanya perhatian dan tindakan nyata dari semua
pihak, baik masyarakat maupun pemerintah setempat. Edukasi mengenai pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan dinilai perlu terus digencarkan, disertai dengan
penegakan aturan yang tegas bagi pelanggar. Dengan kerja sama dan kesadaran
bersama, warga berharap permasalahan sampah di parit-parit Marpoyan Damai dapat
segera diatasi demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari
ancaman penyakit serta banjir.
Penulis: Oktiya Zafira Ramadhani
Komentar
Posting Komentar