Pembangunan Persimpang Baru di Depan MTQ Pekanbaru
PEKANBARU (Sabtu, 3/1/2026) – Pemerintah Kota Pekanbaru optimis
untuk merealisasikan proyek infrastruktur di area protokol. Pemerintah Kota
Pekanbaru resmi memulai pembangunan simpang baru di ruas Jalan Jenderal
Sudirman, tepatnya di depan kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Purna MTQ).
Proyek ini bertujuan untuk menguraikan kemacetan panjang yang sering terjadi di titik
putar balik (u-turn) dan persimpangan Jalan Sudirman dan Jalan Arifin
Ahmad. Pengerjaan proyek ini masih berlangsung sampai saat ini. Progres pengerjaan
sudah mulai terlihat dari pembukaan akses persimpangan yang melintasi area
taman di depan Purna MTQ juga pemasangan lampu lalu lintas di titik
persimpangan walaupun belum berfungsi sepenuhnya.
Proyek ini merupakan bentuk rekayasa lalu lintas yang dibuat
oleh pemerintah kota Pekanbaru untuk menciptakan situasi lalu lintas yang lebih
efisien. Pembangunan ini sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai kepadatan
lalu lintas yang kerap terjadi pada jam sibuk.
Dikutip dari website
resmi pekanbaru.go.id (Jum’at, 19/9/2025) Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho
menyebutkan bahwa untuk mencegah terjadinya kemacetan di sekitar Jalan Sudirman
dan Jalan Arifin Ahmad, pemerintah dan ditlantas polda sepakat untuk membangun
persimpangan di depan Purna MTQ sehingga arus lalu linta menjadi lebih optimal.
Upaya peningkatan infrastruktur yang dilakukan oleh
pemerintah ini ternyata disambut baik oleh masyarakat. Seorang pengendara motor
yang sering melintas di jalur tersebut Niko (44 tahun) memberikan tanggapannya
terkait proyek persimpangan di depan Purna MTQ yang sedang berjalan. “Bagi saya
bagus. Karena di depan MTQ Jalan Sudirman-Arifin Ahmad ini sering macet. Jadi
untuk melancarkan lalulintas memang
bagus. Dan saya mendukung sepenuhnya.” Ungkapnya saat di temui sedang berteduh
di depan Purna MTQ (Sabtu, 3/1/2026).
Ia menambahkan bahwa dengan status proyek yang masih
berlangsung, tentunya mengakibatkan volume debu di jalan meningkat. Namun itu
ia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan memakluminya karena masih dalam
tahap pengerjaan. Ia juga berharap agar proyeknya cepat selesai supaya
kemacetan dapat di atasi dan arus lalulintas menjadi lancar. “Kalau untuk
kemajuan tidak masalah. Untuk masalah debu itu kan ini untuk pembangunan
kecuali di bangun pabrik itu baru mengganggu. Kalau debu sedikit tapi selesai
bagi saya tidak masalah. Dan saya berharap proyeknya cepat selesai supaya lalulintas
gak ada kemacetan lagi,” tambahnya.
Pemerintah Pekanbaru optimis proyek
pembangunan persimpangan ini dapat rampung di awal tahun 2026. Selain membuat
jalur persimpangan baru, pembangunan ini juga mencakup pelebaran beberapa sudut
jalan untuk memastikan radius putar kendaraan roda empat tetap aman. Selain
fungsi teknis, pemerintah tetap memperhatikan aspek estetika lingkungan di
sekitar area MTQ tersebut.
Diharapkan dengan selesainya pembangunan simpang ini, wajah kota Pekanbaru di jalur protokol menjadi lebih tertata. Masyarakat juga diminta untuk tetap berhati-hati saat melintasi area proyek dengan mematuhi peraturan lalulintas yang berlaku.
Penulis: Felisya Wanna Putri
Komentar
Posting Komentar