Pinang Mendadak “Emas Hijau”, Harga Melonjak di Mana-Mana
Harga
pinang mendadak mengalami lonjakan signifikan dan menjadi perhatian masyarakat
di Pasar Tangor, Kulim Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Pada Minggu, 28/12/2025 kenaikan
harga ini terjadi hampir di seluruh lapak pedagang, sehingga pinang yang selama
ini dianggap sebagai komoditas biasa kini dijuluki sebagai “emas hijau”.
Julukan tersebut muncul karena nilai jual pinang yang meningkat tajam dalam
waktu singkat dan berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli di pasar
tradisional.
Lonjakan
harga pinang turut dirasakan oleh para pekerja pinang yang menjual hasil
panennya langsung ke pasar. Salah satunya adalah Ibu Ani, seorang pekerja
pinang yang setiap hari membawa hasil pinang miliknya untuk dijual ke Pasar
Tangor. Ia menyampaikan bahwa kenaikan harga pinang sebenarnya telah terjadi
sejak beberapa bulan terakhir dan semakin terasa menjelang akhir tahun 2025
sampai awal tahun 2026.
“Harga
pinang dari bulan Desesmber sudah mengalami kenaikan harga. Saya biasa menjual
sampai 21 kg, yang biasanya hasil jualnya bisa banyak sekali, biasanya pinang
belahan lebih mahal dari pinang bulat yang harganya Rp2.000 cuman, pinang
belahan memiliki harga tinggi karena dilihat dari kualitasnya kalau kurang
penjual pinang akan menurunkan harga, saya pekerja pinang yang biasanya
mengantar pinang cuma hari minggu ujar Ibu Ani ( 29/2025). Menurutnya, kenaikan
harga ini cukup berpengaruh terhadap penghasilannya sebagai pekerja pinang,
meskipun jumlah pinang yang dijual tidak selalu sama setiap harinya.
Pasar
Tangor menjadi salah satu pusat terjadinya lonjakan harga pinang di wilayah
Kulim Tenayan Raya karena berperan sebagai lokasi utama penjualan hasil pinang
masyarakat. Terbatasnya pasokan akibat kendala distribusi dan meningkatnya
permintaan menjelang akhir tahun menyebabkan harga pinang melonjak tajam. Meski
menguntungkan bagi sebagian pekerja pinang, kondisi ini tetap menimbulkan
kekhawatiran bagi konsumen, sehingga masyarakat berharap adanya stabilisasi
harga agar aktivitas jual beli kembali normal setelah pergantian tahun.
Penulis:
Mega Yani
Komentar
Posting Komentar