Rahasia Masyarakat Pl. Kalimating dalam Mengelola Ekosistem Sawah yang Sehat dan Terlindungi dari Hama

 

Pl. Kalimanting - Warga PL. Kalimating memiliki cara tersendiri dalam menjaga sawah mereka agar tetap subur dan bebas dari gangguan hama. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini menjadi kunci keberhasilan panen sekaligus menjaga keseimbangan alam di sekitar desa.

Masalah siput yang kerap menyerang bibit padi muda ditangani dengan cara sederhana namun efektif. Setiap pagi, warga turun ke sawah untuk mengumpulkan siput . Siput yang terkumpul kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dijadikan pakan bebek. “Kami lebih memilih cara alami, karena selain aman bagi lingkungan, siput juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak,” ujar Pak Heri, salah seorang petani.

Ancaman lain datang dari burung pemakan padi saat padi mulai menguning. Untuk mengatasinya, masyarakat memasang orang-orangan sawah dengan pakaian bekas, menggantung pita plastik berkilau, serta kaleng bekas yang berbunyi ketika tertiup angin. Beberapa petani juga menggunakan kentongan bambu yang dipukul kalau burung mendekati padi. “Kalau burung sudah mulai banyak, kami biasanya jaga sawah seharian sambil memukul kentongan. Suaranya cukup membuat burung takut,” tambah Ibu Ani, petani yang sudah puluhan tahun menggarap sawah, dan sudah lama tinggal di desa tersebut.

Air menjadi faktor penting bagi keberhasilan panen. Warga PL. Kalimating membangun jembatan gorong-gorong yang menghubungkan Sungai Kuantan dan sawah, lalu mengalirkan air hingga ke petak-petak sawah warga. Saat musim kemarau, gorong-gorong ditutupagar sawah tidak kering. “Air sawah harus dijaga bersama. Kalau musim kemarau, kami menutup gorog-gorong supaya tidak ada yang kekurangan air,” jelas buk siti, Masyarakat yang tinggal sekitar jembatan.

kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama masyarakat PL. Kalimating. Dengan cara-cara sederhana namun penuh makna, mereka mampu menjaga sawah tetap sehat, hasil panen melimpah, dan lingkungan tetap Lestari.

Penulis: Najmi Zakkiyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bendungan Danau Koto Kari Sebagai Sumber Utama Irigasi Pertanian

Sungai Siak Tercemar Akibat Limbah Industri

BALIMAU KASAI, TRADISI PEMBERSIHAN DIRI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT KAMPAR