Ritual Pacu Jalur: Teradisi Riau Yang Kini "Menghantui " Beranda Sosial Dunia
TELUK
KUANTAN - Siapa sangka, gemuruh teriakan penonton di tepian
sungai kecil di Riau kini bisa terdengar hingga ke mancanegara. Pacu Jalur,
tradisi balap perahu naga khas Kuantan Singingi (Kuansing), belakangan ini
mendadak viral dan menjadi perbincangan netizen global di platform seperti
TikTok dan Instagram.
Fenomena ini
bermula saat potongan video yang memperlihatkan puluhan pria mendayung dengan
kecepatan tinggi ditambah aksi seorang
bocah yang menari di ujung perah ,FYP di berbagai negara. Keunikan budaya ini memicu rasa penasaran orang asing yang belum
pernah melihat olahraga air ekstrem dan seestetik ini.Peristiwa viral ini
mencapai puncaknya pada perhelatan besar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, yang
biasanya digelar meriah setiap bulan Agustus. Namun, dampaknya masih terasa
sangat kuat hingga awal tahun 2026 ini, di mana banyak turis mulai
bertanya-tanya kapan jadwal lomba berikutnya.
Kenapa bisa
sampai seheboh itu?ada pada perpaduan nyali dan seni. Netizen luar negeri
terkesima melihat bagaimana sebuah batang pohon utuh sepanjang puluhan meter
bisa melesat di atas air dengan koordinasi puluhan pendayung. Belum lagi peran
sang "Tukang Tari" di haluan perahu yang tetap tenang menari meski
perahu berguncang hebat. Bagi mata dunia, ini bukan sekadar lomba, tapi
pertunjukan seni yang memacu adrenalin.
Bagaimana
reaksi pemerintah setempat?Melihat antusiasme ini, Pemerintah Kabupaten
Kuansing dan para pegiat budaya mulai berbenah. Viralnya konten-konten tersebut
secara organik telah menjadi promosi gratis yang luar biasa bagi pariwisata
Riau. Kini, persiapan dilakukan bukan hanya untuk menyambut warga lokal, tapi
juga para pelancong internasional yang penasaran ingin merasakan langsung
"percikan air" dari dayung para atlet Kuansing.
Dengan sorotan
dunia yang begitu besar, Pacu Jalur bukan lagi sekadar pesta rakyat setingkat
kabupaten, melainkan aset budaya Indonesia yang siap mendunia.
Penulis: Deka Nabila Azzahra
Komentar
Posting Komentar