Banjir Parah Awal 2024, Desa Pulau Sengkilo Terendam hingga Dua Meter
Desa
Pulau Sengkilo kembali dilanda banjir besar pada awal tahun 2024. Ketinggian
air dilaporkan mencapai sekitar dua meter dan merendam sebagian besar wilayah
permukiman warga. Banjir ini terjadi setelah sebelumnya, pada akhir tahun 2023,
desa tersebut sempat mengalami banjir dengan intensitas ringan yang tidak
mencapai dua meter dan sempat surut dalam waktu sekitar satu minggu.
Banjir
besar yang terjadi pada awal 2024 ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang
berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Selain itu, meluapnya sungai
di sekitar wilayah Desa Pulau Sengkilo turut memperparah kondisi banjir. Debit
air sungai yang meningkat menyebabkan air dengan cepat masuk ke permukiman
warga dan lahan pertanian.
Akibat banjir tersebut, puluhan rumah warga terendam air hingga setinggi dada orang dewasa. Tidak hanya itu, akses jalan desa tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total. Kegiatan ekonomi warga, seperti berdagang dan bekerja di kebun, terpaksa dihentikan sementara. Anak-anak juga tidak dapat bersekolah karena kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, masjid, serta tempat-tempat yang dinilai lebih aman dari genangan air. Warga yang tetap bertahan di rumah berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dan peralatan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.
Kepala Desa Pulau Sengkilo menyampaikan bahwa banjir pada awal tahun 2024 ini merupakan banjir terparah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa banjir kali ini jauh lebih besar dibandingkan banjir yang terjadi pada akhir 2023. Pemerintah desa bersama warga setempat segera melakukan upaya penanganan darurat dengan mendirikan posko pengungsian serta menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.
Pemerintah desa juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah daerah untuk meminta bantuan tambahan serta langkah penanganan lebih lanjut. Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap permasalahan banjir yang kerap melanda desa mereka setiap musim hujan.Selain bantuan darurat, masyarakat Desa Pulau Sengkilo juga mengharapkan adanya solusi jangka panjang, seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul, serta perbaikan sistem drainase, agar banjir serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Akibat banjir besar tersebut, warga Desa Pulau Sengkilo mengalami kerugian yang cukup besar, baik secara materiil maupun nonmateriil. Sejumlah perabot rumah tangga seperti lemari, kasur, dan peralatan dapur rusak akibat terendam air dalam waktu lama. Selain itu, beberapa alat elektronik milik warga tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan.
Banjir juga menyebabkan lahan pertanian warga terendam air. Tanaman yang menjadi sumber mata pencarian utama masyarakat, seperti kebun dan sawah, terancam gagal panen. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.
Tidak hanya itu, sebagian warga kehilangan persediaan bahan makanan karena terendam banjir. Aktivitas ekonomi masyarakat terhenti sementara, sehingga warga tidak dapat bekerja dan memperoleh penghasilan selama banjir berlangsung. Kerugian yang dialami warga diperkirakan mencapai jutaan rupiah, meskipun hingga saat ini belum ada pendataan resmi secara menyeluruh. Warga berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah untuk meringankan beban yang mereka alami, serta langkah nyata untuk mengatasi permasalahan banjir yang terus berulang setiap tahunnya.
Penulis: Marsha Maulida
Komentar
Posting Komentar